kulit adalah bagian terluar tubuh manusia yang tidak hanya berperan untuk mempercantik tetapi juga melindungi. Maha Besar Allah, Dzat yang menciptakan luar biasa diri kita, bahkan untuk setiap lapis kulit yang diatur sedemikian rupa.

ketika kulit mengalami masalah, maka tubuh akan ikut merasakan pengaruhnya karena tubuh adalah satu kesatuan. banyak masalah yang terjadi pada kulit harus ditangani segera dan dengan baik ke dokter spesialis kulit. Beberapa tips menangani masalah kulit

1. terbakar /tersiram air panas : segera siram daerah kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin (bukan es) selama kurang lebih 15 menit. jika terjadi lepuhan,bawa ke dokter untuk mendapat obat oles luka bakar.

2. jamur (panu, kurap): menurut penelitian, orang tertentu rentan terhadap jamur, atau bisa juga diakibatkan oleh kelembaban yang tinggi, misalnya orang yang sering memakai sepatu tertutup dan lembab, orang yang mudah berkeringat banyak akan memicu terjadinya panu, kurap. banyak obat panu  yang dijual bebas, tetapi terkadang pemakaian pasien tidak teratur.obat jamur biasanya harus digunakan kurang lebih 2 minggu dan bahkan jika terbukti sembuh (dengan pemeriksaan labor jamur) perlu untuk diteruskan 2 minggu agar tidak terjadi kekambuhan. isi obat jamur biasanya : ketokonazole, mikonazole

bersambung….

 

lama tak mengunjungi blog ini, bingung mo tulis apa.. ya begitulah

aku ingin selalu baik

berbuat dan memberi yang terbaik

membuat orang di sekitarku tersenyum

dan memberinya makna

Rabb,

aku ingin selalu baik, karena ku tahu betapa baiknya Engkau

dari MU dan untuk Mu lah aku ada

jadi…adakah alasan bagiku menjadi tidak baik ?

aku ingin selalu baik

karena baik membuatku bahagia

membentang nurani penuh cinta

wajah berseri menikmati masa

indah

bukankah menjadi baik itu mudah…

tersenyum dan setidaknya tak menyakiti

atau diam dari pada melukai hati

bukankah hidup ini sungguh indah…

dan terlalu sulit untuk dibiarkan sia – sia

jadi, aku ingin selalu baik,

karena baik itu ibadah

untuk Mu , Cinta^_^

tolonglah …

Nikah yuk !!!

di kampus lagi banyak yang baru nikah nih. lama ga ke kampus ternyata dah banyak juga pengikut. tapi belom ada yang nyaingi nikah di semester 3, hehehe , nikah muda kok bangga ya ??? (ya iyalah , kan pahala ^_^)

seru banget ternyata liat orang baru nikah, jadi inget masa2 indah sama Kanda di awal nikah. yup, nikah itu memang indah banget….

dan untuk semua yang sangat spesial tentu ga didapat dengan mudah. nikah yang indah pasti juga menyuguhkan banyak ujian. makin besar nilai pahala ibadah, makin gede juga dong syeitannya. ..so keep on istiqomah !!!

yang jelas, menyegerakan nikah itu emang sangat jauh lebih baik dari pada menundanya

so…buruan nikah ya:)

Adakah obat untuk HIV?

 

Tidak. Tidak ada obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan HIV/AIDS. Perkembangan penyakit dapat diperlambat namun tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Kombinasi yang tepat antara berbagai obat-obatan antiretroviral dapat memperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV pada sistem kekebalan tubuh dan menunda awal terjadinya AIDS.

Jenis pengobatan dan perawatan apakah yang tersedia?

Pengobatan dan perawatan yang ada terdiri dari sejumlah unsur yang berbeda, yang meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan HIV, konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi, pengobatan IMS, pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat-obatan antiretroviral.

Apakah obat anti retroviral itu?

Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.

Bagaimana cara kerja obat antiretroviral?

Dalam suatu sel yang terinfeksi, HIV mereplikasi diri, yang kemudian dapat menginfeksi sel-sel lain dalam tubuh yang masih sehat. Semakin banyak sel yang diinfeksi HIV, semakin besar dampak yang ditimbulkannya terhadap kekebalan tubuh (immunodeficiency). Obat-obatan antiretroviral memperlambat replikasi sel-sel, yang berarti memperlambat penyebaran virus dalam tubuh, dengan mengganggu proses replikasi dengan berbagai cara.

  • Penghambat Nucleoside Reverse Transcriptase (NRTI)

HIV memerlukan enzim yang disebut reverse transcriptase untuk mereplikasi diri. Jenis obat-obatan ini memperlambat kerja reverse transcriptase dengan cara mencegah proses pengembangbiakkan materi genetik virus tersebut.

  • Penghambat Non-Nucleoside Reverse Transcriptase (NNRTI)

Jenis obat-obatan ini juga mengacaukan replikasi HIV dengan mengikat enzim reverse transcriptase itu sendiri. Hal ini mencegah agar enzim ini tidak bekerja dan menghentikan produksi partikel virus baru dalam sel-sel yang terinfeksi.

  • Penghambat Protease (PI)

Protease merupakan enzim pencernaan yang diperlukan dalam replikasi HIV untuk membentuk partikel-partikel virus baru. Protease memecah belah protein dan enzim dalam sel-sel yang terinfeksi, yang kemudian dapat menginfeksi sel yang lain. Penghambat protease mencegah pemecah-belahan protein dan karenanya memperlambat produksi partikel virus baru.

Obat-obatan lain yang dapat menghambat siklus virus pada tahapan yang lain (seperti masuknya virus dan fusi dengan sel yang belum terinfeksi) saat ini sedang diujikan dalam percobaan-percobaan klinis.

Apakah obat antiretroviral efektif?

Penggunaan ARV dalam kombinasi tiga atau lebih obat-obatan menunjukkan dapat menurunkan jumlah kematian dan penyakit yang terkait dengan AIDS secara dramatis. Walau bukan solusi penyembuhan, kombinasi terapi ARV dapat memperpanjang hidup orang penyandang HIV-positif, membuat mereka lebih sehat, dan hidup lebih produktif dengan mengurangi varaemia (jumlah HIV dalam darah) dan meningkatkan jumlah sel-sel CD4+ (sel-sel darah putih yang penting bagi sistem kekebalan tubuh).

Supaya pengobatan antiretroviral dapat efektif untuk waktu yang lama, jenis obat-obatan antiretroviral yang berbeda perlu dikombinasikan. Inilah yang disebut sebagai terapi kombinasi. Istilah ‘Highly Active Anti-Retroviral Therapy’ (HAART) digunakan untuk menyebut kombinasi dari tiga atau lebih obat anti HIV.

Bila hanya satu obat digunakan sendirian, diketahui bahwa dalam beberapa waktu, perubahan dalam virus menjadikannya mampu mengembangkan resistensi terhadap obat tersebut. Obat tersebut akhirnya menjadi tidak efektif lagi dan virus mulai bereproduksi kembali dalam jumlah yang sama seperti sebelum dilakukan pengobatan. Bila dua atau lebih obat-obatan digunakan bersamaan, tingkat perkembangan resistensi dapat dikurangi secara substansial. Biasanya, kombinasi tersebut terdiri atas dua obat yang bekerja menghambat reverse transcriptase enzyme dan satu obat penghambat protease. Obat-obatan anti retroviral hendaknya hanya diminum di bawah pengawasan medis.

Mengapa ARV tidak siap tersedia?

Di negara-negara berkembang, hanya sekitar 5% dari mereka yang membutuhkan dapat memperoleh pengobatan antiretroviral, sementara di negera-negara berpendapatan tinggi akses tersebut hampir universal. Masalahnya adalah harga obat-obatan yang tinggi, infrastruktur perawatan kesehatan yang tidak memadai, dan kurangnya sumber pembiayaan, menghalangi penggunaan perawatan kombinasi ARV secara meluas di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sebanyak 12 obat-obatan ARV telah diikutsertakan dalam Daftar Obat-obatan Esensial WHO (WHO Essential Medicines List). Diikutsertakannya ARV dalam Daftar Obat-obatan Esensial WHO akan mendorong pemerintah di negara-negara dengan epidemi tinggi untuk lebih memperluas pendistribusian obat-obatan esensial tersebut kepada mereka yang memerlukannya. Sementara itu, meningkatnya komitmen ekonomi dan politik di tahun-tahun terakhir ini, yang distimulir oleh orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA), masyarakat sipil dan mitra lainnya, telah membuka ruang bagi perluasan akses terhadap terapi HIV secara luar biasa.

Perawatan jenis apakah yang tersedia ketika akses ARV tidak tersedia?

Unsur-unsur perawatan lain dapat membantu mempertahankan kualitas hidup tinggi saat ARV tidak tersedia. Unsur-unsur ini meliputi nutrisi yang memadai, konseling, pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik, dan menjaga kesehatan pada umumnya.

Apakah PEP itu?

Perawatan Pencegahan Pasca Pajanan terdiri dari pengobatan, tes laboratorium dan konseling. Pengobatan PEP harus dimulai dalam hitungan jam dari saat kemungkinan pajanan HIV dan harus berlanjut selama sekitar empat minggu. Pengobatan PEP belum terbukti dapat mencegah penularan HIV. Kendatipun demikian, kajian-kajian penelitian menunjukkan bahwa bila pengobatan dapat dilaksanakan lebih cepat setelah kemungkinan pajanan HIV (idealnya dalam waktu dua jam dan tak lebih dari 72 jam setelah pajanan), pengobatan tersebut mungkin bermanfaat dalam mencegah infeksi HIV.

Dimanakah HIV ditemukan?

HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, cairan semen, cairan vagina dan air susu ibu.

Bagaimanakah HIV ditularkan?

HIV ditularkan melalui seks penetratif (anal atau vaginal) dan oral seks; transfusi darah; pemakaian jarum suntik terkontaminasi secara bergantian dalam lingkungan perawatan kesehatan, dan melalui suntikan narkoba; dan melalui ibu ke anak, selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.

  • Penularan Secara Seksual: HIV dapat ditularkan melalui seks penetratif yang tidak terlindungi. Sangat sulit untuk menentukan kemungkinan terjadinya infeksi melalui hubungan seks, kendatipun demikian diketahui bahwa risiko infeksi melalui seks vaginal umumnya tinggi. Penularan melalui seks anal dilaporkan memiliki risiko 10 kali lebih tinggi dari seks vaginal. Seseorang dengan infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati, khususnya yang berkaitan dengan tukak/luka dan duh (cairan yang keluar dari tubuh) memiliki rata-rata 6-10 kali lebih tinggi kemungkinan untuk menularkan atau terjangkit HIV selama hubungan seksual. Dalam hal penularan HIV, seks oral dipandang sebagai kegiatan yang rendah risiko. Risiko dapat meningkat bila terdapat luka atau tukak di sekitar mulut dan jika ejakulasi terjadi di dalam mulut.
  • Penularan melalui pemakaian jarum suntik atau semprit secara bergantian: Menggunakan kembali atau memakai jarum atau semprit secara bergantian merupakan cara penularan HIV yang sangat efisien. Risiko penularan dapat diturunkan secara berarti di kalangan pengguna narkoba suntikan dengan penggunaan jarum dan semprit baru yang sekali pakai, atau dengan melakukan sterilisasi jarum yang tepat sebelum digunakan kembali. Penularan dalam lingkup perawatan kesehatan dapat dikurangi dengan adanya kepatuhan pekerja pelayanan kesehatan terhadap Kewaspadaan Universal (Universal Precautions).
  • Penularan dari Ibu ke Anak: HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan, dan saat menyusui. Pada umumnya, terdapat 15-30% risiko penularan dari ibu ke anak sebelum dan sesudah kelahiran. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi risiko infeksi, khususnya jumlah virus (viral load) dari ibu pada saat kelahiran (semakin tinggi jumlah virus, semakin tinggi pula risikonya.). Penularan dari ibu ke anak setelah kelahiran dapat juga terjadi melalui pemberian air susu ibu.
  • Penularan melalui transfusi darah: Kemungkinan risiko terjangkit HIV melalui transfusi darah dan produk- produk darah yang terkontaminasi ternyata lebih tinggi (lebih dari 90%). Kendatipun demikian, penerapan standar keamanan darah menjamin penyediaan darah dan produk- produk darah yang aman, memadai dan berkualitas baik bagi semua pasien yang memerlukan transfusi. Keamanan darah meliputi skrining atas semua darah yang didonorkan guna mengecek HIV dan patogen lain yang dibawa darah, serta pemilihan donor yang cocok.

Bagaimana risiko terkena HIV dari berciuman?

Penularan melalui ciuman di mulut berisiko sangat rendah, dan belum ada bukti bahwa virus HIV dapat menyebar lewat air ludah karena berciuman.

Bagaimana risiko terkena HIV dari penindikan bagian tubuh atau tato?

Risiko penularan HIV terjadi bila alat yang digunakan terkontaminasi virus HIV dan tidak disterilkan terlebih dahulu atau digunakan secara bergantian dengan orang lain. Alat yang digunakan secara disuntikkan pada kulit hendaknya dipakai hanya satu kali, kemudian dibuang atau dicuci dan disterilkan secara seksama.

Bagaimana risiko terkena HIV dari berbagi alat cukur dengan seseorang yang terinfeksi HIV?

Segala jenis pelukaan dengan menggunakan benda yang tidak disterilkan, seperti silet atau pisau, dapat menularkan HIV. Memakai pencukur jenggot secara bergantian hendaknya dihindarkan, kecuali benda-benda tersebut disterilkan sepenuhnya sebelum digunakan.

Apakah berhubungan seks dengan seseorang penyandang HIV-positif aman dilakukan?

Selalu ada risiko penularan bila berhubungan seks dengan seseorang penyandang HIV-positif. Risiko dapat dikurangi secara signifikan bila kondom digunakan secara konsisten dan tepat.

Apakah aman bagi dua orang individu yang terinfeksi untuk secara eksklusif berhubungan seks tanpa perlindungan?

Tidak. Tidaklah aman bagi dua orang yang terinfeksi HIV untuk melakukan hubungan seks yang tak terlindungi karena adanya kemungkinan infeksi ulang dengan HIV tipe lain, dan kemungkinan menularnya infeksi menular seksual (IMS). Penggunaan kondom sangat disarankan ketika kedua pasangan terinfeksi.

Tanya : mohon penjelasan syeikh mengenai kegiatan belajar mahasiswa kedokteran yang harus membedah mayat dan menyingkap aurat mayat untuk belajar.

Jawab : tentang pembedahan jenazah, telah keluar fatwa dari Hai`ah Kibaril Ulama` / dewan ulama besar KSA yang isinya sbb :

  1. pembedahan untuk membuktikan adanya tindakan criminal
  2. untuk memastikan adanya penyakit menular guna mengambil tindakan preventif berdasarkan hasil penelitian
  3. membedah dengan tujuan ilmiah, baik untuk dipelajari ataupun pembelajaran

 setelah melalui musyawarah dan diskusi, serta memperhatikan pembahasan dari Lajnah yang telah disebutkan di atas, majelis memutuskan sbb :

berkaitan dengan poin pertama dan kedua majelis melihat bahwa dibolehkannya pembedahan tersebut akan dapat menghasilkan banyak maslahat dalam bidang keamanan dan keadilan serta melindungi masyarakat dari penyakit yang mewabah. Sementara dosa akibat melanggar kehormatan jenazah yang dibedah terabaikan di sisi manfaat yang banyak dan umum yang bias dihasilkan dari pembedahan tersebut berdasarkan hal ini majelis memutuskan dengan ijma` bahwa melakukan pembedahan untuk tujuan dua hal ini dibolehkan baik jenazah yang dibedah itu jenazah yang maksum/ yang diharamkan untuk dibunuh ketika masih hidup kecuali dengan alas an yang hak, atau yang tidak maksum . sedangkan berkenaan dengan poin ketiga maka menilik kepada tujuan syariat yang dating untuk mewujudkan kemaslahatan dan memperbanyaknya untuk menolak kerusakan serta meminimalisir boleh melakukan dosa yang lebih kecil untuk menghindari dosa yang lebih besar. Jika ada beberapa maslahat yang saling berlawanan maka yang diambil adalah yang paling besar manfaatnya serta menimbang bahwa membedah binatang – binatang lain selain manusia tidak bias mewakili pembedahan manusia. Juga menimbang bahwa dalam membedah manusia terdapat banyak manfaat yang nampak pada kemajuan ilmu kedokteran dengan berbagai tinjauannya. Maka majelis memutuskan boleh membedah jenazah manusia secara umum. Hanya saja menimbang :

  1. perhatian syariat Islam terhadap kehormatan seorang muslim yang sudah meninggal sama dengan perhatian terhadap kehormatannya ketika masih hidup berdasarkan hadist …
  2. bahwa pembedahan itu mengandung unsure penghinaan terhadap jenazah muslim
  3. bahwa alas an darurat sudah hilang dengan tercapainya tujuan melalui pembedahan jenazah yang tidak maksum maka majelis memandang cukup dengan jenazah seperti ini dan bukan pada jenazah yang maksum.

Kedua : tidak ada larangan menyingkap aurat wanita/jenazah dalam rangka belajar, mengetahui penyakit dan dalam rangka mengobatinya, jika jenazahnya bukan seorang muslimah dan bukan pula maksumahberdasarkan keputusan yang telah disebutkan.

Abdul aziz bin Abdullah bin baz

Jawab: kehormatan seorang muslim tetap terjaga saat ia masih hidup ataupun sudah meninggal. Oleh karena itu, tidak boleh melakukan tindakan yang bisa menyakitinya, atau mencoreng bentuk fisik aslinya. Misalnya dengan memecahkannya atau memotong – motongnya. Dalam sebuah hadist disebutkan :

Memecahkan tulang milik mayat sama seperti memecahkannya ketika ia masih hidup.

             Hadist ini menjadi dasar pelarangan membuat cacat mayat demi kemaslahatan orang yang masih hidup. Misalnya, mngambil hati atau ginjal atau anggota tubuh lainnya.karena hal ini lebih menyakitkan dari sekedar memecahkan tulangnya.

        Para ulama berbeda pendapat tentang pembolehan donor dengan organ tubuh . sebagian ulama mengatakan bahwa dispensasi donor organ mengandung kemaslahatan terhadap orang yang masih hidup. Apalagi banyak penderita gagal ginjal, dan menurut saya pendapat yang lebih mendekati kebenaran ialah tidak dibenarkan donor organ tubuhberdasarkan hadist sebelumnya, apalagi terkadang ahli waris sangat gila harta sehingga memperjualbelikan organ tersebut dan melupakan kehormatan si mayit, hal ini juga mengandung unsure mempermainkan dan penghinaan terhadap organ si mayit, padahal ahli waris hanya mewarisi harta bukan jasad si mayit.

 Syeikh abdul aziz bin baz

Tanya :  apa hukumnya bayi tabung ?

Jawab :  para ulama yang tergabung dalam lembaga riset dan fatwa Saudi Arabia telah mengeluarkan fatwa larangan bayi tabung . karena dalam menjalani operasi bayi tabung si wanita harus disingkap auratnya , disentuh kemaluannya dan dikutak – katik rahimnya . meskipun sperma laki – laki diambil dari suaminya sendiri . menurut saya seorang insan harus ridha menerima ketetapan allah . Dia-lah yang telah menjadikan mandul siapa saja yang dikehendakinya

Syeikh Jibrin

Halaman Berikutnya »